Better Way To The Future


    Sepak Bola Liga Inggeris

    Share

    Yota V
    Admin's
    Admin's

    Male Number of posts : 107
    Location : Bogor
    Collage * : Your Collage Now
    Registration date : 2008-09-23

    default Sepak Bola Liga Inggeris

    Post by Yota V on Wed Oct 15, 2008 7:40 pm

    I) Menurut majalah FourFourTwo Indonesia Juli 2007, Inggris
    memiliki sistem pengembangan pemain muda terburuk bersama Italia
    dibanding Belanda, Perancis, Spanyol, Portugal dan Jerman.
    - Belanda – rating 9/10
    - Perancis – rating 9/10
    - Spanyol – rating 8.5/10
    - Portugal – rating 8/10
    - Jerman – rating 7.5/10
    - Italia – rating 7/10
    - Inggris – rating 7/10


    II) Jika merunut sejarah, kelahiran liga Inggris justru
    dilatarbelakangi situasi memprihatinkan yang melanda persepakbolaan
    Inggris. Pada 1980-an sepakbola Inggris mencapai titik yang terendah.
    Banyak stadion yang rusak sehingga para suporter harus menonton dengan
    fasilitas buruk selain juga hooliganisme begitu mengakar. Situasi buruk
    ini mengalami puncaknya saat klub-klub Inggris dilarang ikut serta
    dalam kompetisi Eropa menyusul pecahnya Tragedi Heysel pada 1985.

    Lalu angin perubahan pun mulai terasa di awal 1990-an seiring prestasi
    gemilang Inggris di kancah Piala Dunia 1990, di mana skuad "Three Lions
    mencapai babak semifinal. Kondisi pun kian kondusif setelah Uni
    Sepakbola Eropa (UEFA) mencabut larangan buat klub-klub Inggris tampil
    di kompetisi Eropa pada 1990.


    III) Liga Premier = angkuh. Pada 8 Juni 2006, FIFA
    meminta seluruh liga Eropa mengurangi jumlah klub peserta menjadi 18
    sejak musim 2007/08. Namun Liga Premier tidak merespon instruksi
    tersebut dan tetap mengikutsertakan 20 klub di divisi Premier. Dengan
    20 buah klub peserta, Liga Premier mewajibkan setiap klub bertemu
    dengan klub lain dua kali dalam satu musim. Sekali untuk pertandingan
    di kandang (home) dan sekali di kandang lawan (away) dengan total
    pertandingan sebanyak 38 untuk setiap tim.


    IV) Begitu pengusaha Amerika George Gillet dan Tom Hicks
    menjadi pemilik baru Liverpool, belum lagi pembelian West Ham,
    sepakbola Inggris mulai diinvasi mata uang asing. Para pemilik baru ini
    mejanjikan masa depan cerah. Tapi itu masih harus menunggu. Satu hal
    yang pasti, adalah jumlah uang yang didapat para eks-presiden dan ini
    membuat mereka tampak seperti kucing yang kekenyangan.
    o Milan Mandric – Portsmouth 27M Poundsterling
    o David Moores – Liverpool 81M Poundsterling
    o Terry Brown – West Ham 31, 4M Poundsterling
    o Doug Ellis – Aston Villa 22,5M Poundsterling
    o Ken Bates – Chelsea 17M Poundsterling
    o Martin Edwards – MU 89,9M Poundsterling


    V) Setelah transfer Bosman, klub-klub Inggris menerapkan
    imperialis bola yang menggurita di seantero dunia. PSV Eindhoven
    menjadi klub penyuplai Chelsea. Arsenal memiliki klub Belgia Beveren.
    Sedangkan, Liverpool mulai mencengkeram Antiguoko.

      Current date/time is Wed Dec 07, 2016 2:46 am