Better Way To The Future


    Baguskah tidur yg berlebihan?

    Share

    Yota V
    Admin's
    Admin's

    Male Number of posts : 107
    Location : Bogor
    Collage * : Your Collage Now
    Registration date : 2008-09-23

    default Baguskah tidur yg berlebihan?

    Post by Yota V on Wed Oct 15, 2008 8:05 pm

    TIDUR adalah salah satu kebutuhan dasar manusia dan berperan
    vital bagi kesehatan. Namun bila tidur sudah menjadi sesuatu yang
    dominan dalam aktivitas sehari-hari tentu harus diwaspadai. Tidur
    terlalu lama (oversleeping) bisa jadi pertanda hadirnya gangguan yang berhubungan dengan sejumlah penyakit baik fisik maupun mental.

    Beberapa riset mencatat bahwa oversleeping berkaitan
    dengan problem kesehatan termasuk diabetes, penyakit jantung dan bahkan
    peningkatan risiko kematian. Namun begitu, para ahli menekankan dengan
    hati-hati bahwa ada dua faktor yang berkaitan erat dengan masalah oversleeping, yaitu depresi dan rendahnya status sosial ekonomi.

    Kedua faktor itu mungkin pula menjadi alasan atau latar belakang
    timbulnya efek negatif terhadap kesehatan. Misalnya, masyarakat dengan
    status sosial ekonomi rendah cenderung kesulitan memperoleh akses
    layanan kesehatan selain juga lebih sulit terdeteksi secara dini
    penyakitnya terutama yang berkaitan dengan oversleeping.

    Bilamana Anda oversleeping?
    Jumlah atau durasi tidur yang dibutuhkan setiap orang tentu berbeda
    secara signifikan dan bervariasi sepanjang masa hidup. Hal ini sangat
    tergantung dari usia dan tingkat aktivitas, kesehatan secara umum, dan
    gaya hidup (lifestyle).

    Misalnya, ketika Anda menghadapi stres atau sakit, kebutuhan tidur
    mungkin akan terasa meningkat dari biasanya. Tetapi meskipun kebutuhan
    tidur berbeda pada setiap orang dan berubah dari waktu ke waktu, para
    ahli pada umumnya merekomendasikan bahwa orang dewasa membutuhkan tidur
    selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam.

    Pada mereka yang menderita hipersomnia, tidur yang berlebihan adalah
    suatu gangguan atau kelainan medis. Kondisi ini menyebabkan seseorang
    menderita akibat rasa kantuk yang berat atau berlebihan sepanjang hari,
    yang biasanya tidak dapat diatasi dengan tidur siang.

    Hipersomnia juga menyebabkan mereka tertidur untuk jangka waktu yang
    lama pada malam hari. Kebanyakan penderita hipersomnia mengalami
    gejala-gejala seperti kecemasan, lemas tidak bertenaga,dan mengalami
    gangguan ingatan sebagai akibat dari dorongan yang hampir konstan untuk
    tidur.

    Lain halnya dengan hipersomnia, ada pula gangguan yang justru
    menyebabkan seseorang menjadi kekurangan tidur. Gangguan ini disebut sleep apnea
    obstruktif atau kelainan yang menyebabkan seseorang berhenti bernafas
    untuk sesaat sehingga mereka sering terjaga dari tidurnya. Gangguan ini
    juga dapat meningkatkan kebutuhan orang untuk tidur karena siklus
    normal tidur penderita menjadi kacau atau tak beraturan.

    Tentu saja, tak semua orang yang tidur berlebihan mengalami gangguan atau kelainan tidur. Penyebab lain yang mungkin dari oversleeping juga
    bisa berasal dari konsumi sejenis zat tertentu seperti alkohol dan
    sejumlah obat-obatan. Kondisi medis lainnya seperti depresi juga dapat
    menyebabkan seseorang menjadi kelebihan tidur. Selain itu, memang ada
    beberapa orang yang memang menikmati tidur dalam waktu cukup lama.
    Jika Anda tidur setiap malam melebihi rata-rata tujuh atau delapan jam
    sehari, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan akan
    membantu Anda menemukan penyebab mengapa Anda tidur berlebihan. Jika oversleeping disebabkan
    penggunaan alkohol atau obat-obatan, keputusan untuk mengurangi atau
    meningggalkan konsumsi zat-zat ini mungkin dapat membantu. Hal sama
    juga berlaku, apabila oversleeping disebabkan kondisi atau gangguan
    penyakit, pengobatan yang tepat akan membantu Anda kembali ke siklus
    tidur yang normal.

    Hal lain yang dapat dilakukan bila Anda merasa oversleeping
    adalah melatih kebiasaan tidur yang sehat antara tujuh hingga delapan
    jam setiap malam. Para ahli merekomendasikan untuk selalu menjaga dan
    mempertahankan jadwal waktu tidur dan bangun pagi setiap hari . Hidari
    pula penggunaan kafein dan alkohol sebelum waktu tidur. Berolahragalah
    secara teratur dan membuat tempat tidur selalu nyaman yang membuat
    tidur menjadi kondusif sehingga membantu Anda memenuhi kebutuhan tidur
    setiap hari.

    Kondisi medis berkaitan dengan oversleeping

    Diabetes. Riset di AS melibatkan ribuan partisipan menunjukkan
    adanya hubungan antara tidur dan risiko diabetes. Orang yang tidur
    lebih dari sembilan jam setiap malam berisiko 50 persen lebih besar
    mengidap diabetes ketimbang mereka yang tidur tujuh jam setiap malam.
    Peningkatan risiko ini juga tampak pada mereka yang tidur kurang dari
    lima jam. Peneliti mengindikasikan oversleeping dapat menjadi kondisi yang meningkatkan risiko diabetes.

    Obesitas. Tidur terlalu lama juga dapat membuat berat badan Anda
    berlebihan. Sebuah riset menunjukan mereka yang tidur selama sembilan
    hingga 10 jam setiap malam 21 persen berisiko lebih besar mengalami
    obesitas dalam kurun waktu enam tahun ketimbang mereka yang tidur
    selama tujuh hingga delapan jam.

    Sakit kepala. Untuk mereka yang rentan sekit kepala, tidur lebih lama dari biasanya pada saat weekend atau liburan dapat menimbulkan rasa sakit pada kepala. Para ahli percaya bahwa oversleeping berpengaruh pada neurotransmitter
    tertentu dalam otak, termasuk serotonin. Orang yang tidur lama di siang
    hari dan mengacaukan pola tidur malamnya juga terbukti sering mengalami
    sakit kepala pada pagi hari.

    Sakit punggung. Ada kalanya dokter menyarankan Anda untuk lebih
    rebahan di tempat tidur bila ada keluhan sakit punggung . Anda juga
    perlu membatasi program latihan ketika mengalami sakit punggung
    sehingga saran ini tentu membuat waktu tidur menjadi bertambah. Namun
    para dokter sekarang telah menyadari pentingnya mempertahankan level
    aktivitas bagi kesehatan. Mereka bahkan merekomendasi untuk menghindari
    tidur lebih lama dari biasanya jika memungkinkan.

    Depresi. Meskipun insomnia lebih sering dikaitkan dengan depresi ketimbang oversleeping,
    sekitar 15 persen penderita depresi mengalami tidur yang berlebihan.
    Inilah yang diduga membuat depresi semakin buruk karena kebiasan tidur
    yang teratur sangat penting dalam proses pemulihan.

    Penyakit jantung Riset Nurses' Health yang melibatkan 72.000
    wanita menunjukkan wanita yang tidur 9 hingga 11 jam setiap malam 38
    persen berisiko lebih besar mengalami penyakit jantung koroner
    ketimbang mereka yang tidur delapan jam. Penelitian ini tidak
    mengungkap alasan akan hubungan antara oversleeping dengan sakit jantung.

    Kematian. Banyak riset mengungkapkan bahwa mereka yang tidur
    sembilan jam atau lebih di malam hari secara signifikan memiliki
    rata-rata kematian lebih tinggi ketimbang mereka yang tidur selama
    tujuh hingga delapan jam. Tidak ada alasan spesifik dari hubungan ini,
    namun peneliti menemukan bahwa depresi dan rendahnya status
    sosialekonomi berkaitan dengan tidur yang lebih lama. Mereka
    berspekulasi faktor-faktor ini berkaitan dengan peningkatan angka
    mortalitas pada orang yang tidur terlalu lama.

      Current date/time is Wed Dec 07, 2016 2:51 am