Better Way To The Future

    Macam-macam bentuk obat dan tujuan penggunaannya

    Share

    Yota V
    Admin's
    Admin's

    Male Number of posts: 107
    Location: Bogor
    Collage *: Your Collage Now
    Registration date: 2008-09-23

    default Macam-macam bentuk obat dan tujuan penggunaannya

    Post by Yota V on Wed Oct 15, 2008 8:11 pm

    Macam-macam bentuk obat dan tujuan penggunaannya

    Dalam
    penggunaannya, obat mempunyai berbagai macam bentuk. Semua bentuk obat
    mempunyai karakteristik dan tujuan tersendiri. Ada zat yang tidak
    stabil jika berada dalam sediaan tablet sehingga harus dalam bentuk
    kapsul atau ada pula obat yang dimaksudkan larut dalam usus bukan dalam
    lambung. Semua diformulasikan khusus demi tercapainya efek terapi yang
    diinginkan. Ketikapun bagi kita yang berpraktek di apotek, maka perlu
    diperhatikan benar etiket obat yanbg dibuat. Misalnya tablet dengan
    kaplet itu berbeda, atau tablet yang harus dikunyah dulu (seperti obat
    maag golongan antasida), seharusnyalah etiket obat memuat instruksi
    yang singkat namun benar dan jelas. Jangan sampai pasien menjadi
    bingung dengan petunjuk etiket obat. Oleh karena itu penting sekali
    bagi kita semua untuk mengetahui bentuk sediaan obat.



    Diantara bentuk dan tujuan penggunaan obat adalah sebagai berikut :

    1. Pulvis (serbuk)
    Merupakan campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian luar.

    2. Pulveres
    Merupakan serbuk yang dibagi bobot yang kurang lebih sama, dibungkus
    menggunakan bahan pengemas yang cocok untuk sekali minum.Contohnya
    adalah puyer.

    3. Tablet (compressi)
    Merupakan sediaan padat kompak dibuat secara kempa cetak dalam bentuk
    tabung pipih atau sirkuler kedua permukaan rata atau cembung mengandung
    satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa bahan tambahan.
    a. Tablet kempa
    paling banyak digunakan, ukuran dapat bervariasi, bentuk serta penandaannya tergantung desain cetakan.
    b. Tablet cetak
    Dibuat dengan memberikan tekanan rendah pada massa lembab dalam lubang cetakan
    c. Tablet trikurat
    tablet kempa atau cetak bentuk kecil umumnya silindris. sudah jarang ditemukan
    d. Tablet hipodermik
    Dibuat dari bahan yang mudah larut atau melarut sempurna dalam air.
    Dulu untuk membuat sediaan injeksi hipodermik, sekarang diberikan
    secara oral.
    e. Tablet sublingual
    dikehendaki efek cepat (tidak lewat hati). Digunakan dengan meletakan tablet di bawah lidah.
    f. Tablet bukal
    Digunakan dengan meletakan diantara pipi dan gusi
    g. tablet Effervescent
    Tablet larut dalam air. harus dikemas dalam wadah tertutup rapat atau kemasan tahan lembab.
    Pada etiket tertulis "tidak untuk langsung ditelan"
    h. Tablet kunyah
    Cara penggunaannya dikunyah. Meninggalkan sisa rasa enak dirongga
    mulut, mudah ditelan, tidak meninggalkan rasa pahit atau tidak enak.

    4. Pil (pilulae)
    Merupakan bentuk sediaan padat bundar dan kecil mengandung bahan obat
    dan dimaksudkan untuk pemakaian oral. Saat ini sudah jarang ditemukan
    karena tergusur tablet dan kapsul. Masih banyak ditemukan pada seduhan
    jamu.

    5. Kapsul (capsule)

    Merupakan sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras
    atau lunak yang dapat larut. keuntungan/tujuan sediaan kapsul adalah :
    a. menutupi bau dan rasa yang tidak enak
    b. menghindari kontak langsung dengan udara dan sinar matahari
    c. Lebih enak dipandang (memperbaiki penampilan)
    d. Dapat untuk 2 sediaan yang tidak tercampur secara fisis (income
    fisis), dengan pemisahan antara lain menggunakan kapsul lain yang lebih
    kecil kemudian dimasukan bersama serbuk lain ke dalam kapsul yang lebih
    besar.
    e. Mudah ditelan

    6. Kaplet (kapsul tablet)
    Merupakan sedian padat kompak dibuat secara kempa cetak, bentuknya oval seperti kapsul.

    7. larutan (solutiones)
    Merupakan sedian cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang
    dapat larut, biasanya dilarutkan dalam air, yang karena
    bahan-bahannya,cara peracikan, atau penggunaannya,tidak dimasukan dalam
    golongan produk lainnya. Dapat juga dikatakan sedian cair yang
    mengandung satu atau lebih zat kimia yang larut, misalnya terdispersi
    secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau campuran pelarut yang
    saling bercampur. Cara penggunaannya yaitu larutan oral (diminum) dan
    larutan topikal (kulit).

    8. Suspensi (suspensiones)
    Merupakan sedian cair mengandung partikel padat tidak larut terdispersi
    dalam fase cair. macam suspensi antara lain : suspensi oral (juga
    termasuk susu/magma),suspensi topikal (penggunaan pada kulit) suspensi
    tetes telinga (telinga bagian luar),suspensi optalmik,suspensi sirup
    kering.

    9. Emulsi (elmusiones)
    Merupakan sediaan berupa campuran dari dua fase dalam sistem dispersi,
    fase cairan yang satu terdispersi sangat halus dan merata dalam fase
    cairan lainnya, umumnya distabilkan oleh zat pengemulsi.

    10. Galenik
    Merupakan sediaan yang dibuat dari bahan baku yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang disari.

    11. Ekstrak (extractum)
    Merupakan sediaan yang pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat
    dari simplisisa nabati atau simplisia hewani menggunakan zat pelarut
    yang sesuai.kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa
    atau serbuk yang tersisa diperlakukan sedemikian sehingga memenuhi baku
    yang ditetapkan.

    12.Infusa
    Merupakan sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia
    nabati dengan air pada suhu 90 derajat celcius selama 15 menit.

    13.Imunoserum (immunosera)
    Merupakan sediaan yang mengandung imunoglobulin khas yang diperoleh
    dari serum hewan dengan pemurnian. Berkhasiat menetralkan toksin kuman
    (bisa ular0 dan mengikut kuman/virus/antigen.

    14. Salep (unguenta)
    Merupakan sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian topikal pada
    kulit atau selaput lendir. Salep dapat juga dikatakan sediaan setengah
    padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. Bahan obat
    harus larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang cocok.

    15. Suppositoria

    Merupakan sedian padat dalam berbagai bobot dan bentuk, yang diberikan
    melalui rektal, vagina atau uretra,umumnya meleleh, melunak atau
    melarut pada suhu tubuh. Tujuan pengobatan adalah :
    a. Penggunaan lokal -> memudahkan defekasi serta mengobati gatal,iritasi, dan inflamasi karena hemoroid.
    b. Penggunaan sistematik -> aminofilin dan teofilin untuk
    asma,klorpromazin untuk anti muntah,kloral hidrat untuk sedatif dan
    hipnitif,aspirin untuk analgesik antipiretik.

    16. Obat tetes (guttae)
    Merupakan sediaan cair berupa larutan,emulsi atau suspensi, dimaksudkan
    untuk obat dalam atau obat luar. Digunakan dengan cara meneteskan
    menggunakan penetes yang menghasilkan tetesan setara dengan tetesan
    yang dihasilkan penetes baku yang disebutkan farmakope indonesia.
    Sediaan obat tetes dapat berupa antara lain : guttae (obat dalam),
    guttae oris (tetes mulut), guttae auriculares (tetes telinga), guttae
    nasales (tetes hidung), guttae opthalmicae (tetes mata).

    17. Injeksi (injectiones)
    Merupakan sediaan steril berupa larutan,emulsi atau suspensi atau
    serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan terlebih dahulu sebelum
    digunakan, yang disuntikan dengan cara merobek jaringan ke dalam kulit
    atau melalui kulit atau selaput lendir. Tujuannya agar kerja obat cepat
    serta dapat diberikan pada pasien yang tidak dapat menerima pengobatan
    melalui mulut.

      Current date/time is Fri Dec 19, 2014 10:42 pm