Better Way To The Future


    Doni Tata, Pembalap Indonesia Pertama di Ajang Grand Prix 250 cc di Qatar

    Share

    Yota V
    Admin's
    Admin's

    Male Number of posts : 107
    Location : Bogor
    Collage * : Your Collage Now
    Registration date : 2008-09-23

    default Doni Tata, Pembalap Indonesia Pertama di Ajang Grand Prix 250 cc di Qatar

    Post by Yota V on Tue Oct 14, 2008 4:18 pm

    Doni Tata, Pembalap Indonesia Pertama di Ajang Grand Prix 250 cc di Qatar

    Jalani Lomba Malam, Terganggu Bayangan

    GRAND Prix Qatar di Sirkuit Losail adalah ujian berat bagi Doni Tata Pradita. Pembalap Yamaha Pertamina Indonesia itu harus mengerahkan seluruh kemampuan terbaik dalam debutnya di Moto 250 cc tersebut. Balapan malam, adaptasi motor dan sirkuit, hingga perasaan nervous menjelang lomba menjadi tantangan baginya.

    TEGANG dan lelah tampak dari wajah Doni pada Sabtu malam waktu setempat atau Minggu (9/3) dini hari WIB. Jalannya terlihat gontai, menyusul hasil sesi kualifikasi terakhir yang kurang menggembirakan. Sembari menahan dinginnya hawa malam yang mencapai 11 derajat Celsius, pembalap 18 tahun itu terlihat serius memandangi catatan waktunya.

    Dari empat sesi yang telah dilalui, Doni sebenarnya menunjukkan progres catatan waktu. Sayang, itu tidak berbanding lurus dengan posisinya. Hanya di sesi pertama atau free practice I Doni tidak menghuni juru kunci, yakni satu strip di atasnya. Alhasil, dia harus start dari posisi belakang dalam lomba.

    "Tentu sedikit kecewa. Saya juga sudah mem-push motor pada kesempatan terakhir untuk mengejar best time," ungkap Doni kepada Jawa Pos.

    Dia mengatakan, catatan waktu memang menjadi target pribadinya. Setidaknya, Doni ingin selisih waktu dengan pembalap urutan terdepan di bawah 5 detik. Pole Moto 250 cc direbut Alex Debon yang mengendarai Aprilia dengan catatan waktu 1 menit 59,470 detik. Doni terpaut 5,873 detik dari Alex.

    Itu sudah cukup baik. Sebagai perbandingan, saat beruji coba tiga hari di Losail pekan lalu, Doni tertinggal 7-8 detik. Apalagi, dia merasa sudah menemukan feel atau kecocokan dengan motor Yamaha.

    "Setingan motor, suspensi, dan ban sudah dapat yang pas saat uji coba. Sekarang tinggal mencari patokan-patokan di trek (racing line). Misalnya, kapan harus mengerem di salah satu tikungan atau idealnya harus pada jarak berapa meter," paparnya.

    Kecepatan ikut memberikan dampak. Dari statistik top speed, Doni mentok di 260 km/jam. Cukup jauh dengan lima besar pembalap teratas yang di kisaran 270 km/jam. Hal itu mungkin bisa dimaklumi karena sudah lama tidak ada motor Yamaha di 250 cc. Doni adalah satu-satunya pembalap yang menggunakan Yamaha di Moto 250 cc musim ini.

    Lantas, bagaimana rasanya menjalani lomba malam? Doni mengaku sebagai pengalaman menarik sekaligus menantang. Soal hawa dingin telah diatasi dengan tambahan baju penghangat yang didapat dari sponsor. "Yang mengganggu mungkin bayangannya. Saya merasa seperti ada pembalap lain di belakang saya," kata pembalap asal Sleman itu.

    Doni sebenarnya pernah balapan malam. Ketika mulai terjun di road race di kompleks Stadion Mandala Krida, Jogjakarta, dia pernah turun pada malam hari. Penggemar ikan bakar itu menyatakan bahwa pengalaman tersebut akan berguna. Fisik Doni pun makin tahan banting. Tidur teratur menjadi senjata andalannya. Berbeda dengan kebanyakan pembalap lain, Doni punya kebiasaan tidur dua kali sehari. Saat di Qatar, dia tidur pukul 02.30 dan bangun sekitar pukul 10.00. Setelah sarapan, dia bisa tidur lagi mulai pukul 11.00 hingga pukul 15.00.

    "Tergantung setiap pembalap. Saya justru capek kalau langsung tidur sekali dalam waktu lama," terang pembalap yang tahun lalu tampil di 250 cc All Japan Road Race Championships itu.

    Apa pun hasil lomba di Qatar, Doni merasa tetap bisa memetik keuntungan. Dia sudah punya pengalaman menjalani race pertama, di balapan malam pula. Seri kedua di Sirkuit Jerez, Spanyol, 30 Maret nanti, berpotensi memberikan hasil lebih baik.

    Jerez kini bukan sirkuit yang harus diadaptasi Doni dari awal seperti Losail. Itu karena Doni pernah beruji coba di sana pada pertengahan Februari lalu. Karakter Jerez juga lebih mudah dibanding Losail. "Di Jerez tidak banyak tikungan patah yang merepotkan saya," ucapnya.

    Terkait targetnya tahun ini, secara diplomatis Doni tetap berusaha mengejar prestasi dari lomba pertama hingga lomba ke-18 (terakhir) di Valencia, Oktober nanti. Paling tidak ada kenaikan, baik dari catatan waktu maupun peringkat. Adanya pembalap saingan yang bisa dijadikan parameter progresnya di 250 cc tahun ini, ikut memacu motivasi Doni. Siapa dia?

    Russel Gomez. Pembalap berkebangsaan Spanyol dari Blusens Aprilia itu merupakan debutan di Moto 250 cc. Gomez dipilih Doni karena mempunyai background dan skill yang paling kompetitif dengan dirinya. Sayang, Gomez gagal tampil di Qatar karena cedera saat uji coba. Posisinya digantikan Manuel Hernandez.

    "Saya ingin step by step. Saya juga tidak harus terbebani kalau gagal nanti karena saya baru menjalani tahun pertama," urai Doni.

    Satu lagi harapan Doni kala memutuskan terjun di Moto 250 cc. "Saya juga ingin mandiri dan profesional. Keluarga memang ingin tetap mendampingi saya, tapi mungkin nanti di balapan selanjutnya," tuturnya. (ang)

      Current date/time is Sat Dec 10, 2016 12:23 am