Better Way To The Future


    JANGAN MEMBIASAKAN MENJEPIT GAGANG TELEPON

    Share

    Yota V
    Admin's
    Admin's

    Male Number of posts : 107
    Location : Bogor
    Collage * : Your Collage Now
    Registration date : 2008-09-23

    default JANGAN MEMBIASAKAN MENJEPIT GAGANG TELEPON

    Post by Yota V on Wed Oct 15, 2008 7:48 am

    JANGAN MEMBIASAKAN MENJEPIT GAGANG TELEPON


    Tonjolan tulang dapat memutuskan saluran pembuluh darah dan memicu
    stroke. Peringatan berikut ini mungkin perlu diperhatikan benar oleh
    para sekretaris, operator, konsultan, dokter dan para karyawan yang
    sering menggunakan telepon.

    Ingat, janganlah terlampau sering melepaskan gagang telepon dari tangan
    Anda dan meletakkannya di antara pundak dan telinga, sementara tangan
    melakukan aktivitas lain.

    Konon, perilaku semacam itu bisa menyebabkan stroke. Demikian
    dikemukakan seorang ahli syaraf asal Perancis pada Jurnal Kesehatan
    beberapa waktu lalu.

    Seorang psikiater yang biasa berbicara lewat telepon yang terjepit di
    telinga kiri dan pundaknya lebih dari satu jam, dilaporkan menderita
    stroke ringan. Kejadian naas itu terjadi akibat adanya tonjolan tulang
    yang memutuskan saluran pembuluh nadi. Menurut tim dokter yang meneliti
    kasus tersebut, pria berusia 43 tahun yang terbiasa berbicara dengan
    pasien-pasiennya pada mulanya sehat-sehat saja.

    Namun seusai memberikan konsultasi kepada pasiennya, si psikiater ini
    mengeluhkan kebutaan sementara pada mata kirinya, telinga kirinya pun
    seperti merasakan sebuah dengung. Tak hanya itu, dia pun mengaku
    kesulitan untuk berbicara. Kondisi ini menunjukkan bahwa dirinya
    menderita stroke ringan.


    Dari hasil pemindaian tampaklah adanya sobekan pada dinding arteri
    bagian dalam dari organ tubuh si pria tadi. Sobekan tadi jelas
    mempengaruhi saluran pengiriman darah yang menuju ke otak.

    Seperti diketahui, pada tubuh manusia terdapat dua kelenjar arteri yang
    bertugas menyalurkan darah yang mengandung oksigen dari jantung menuju
    kepala dan leher. Kedua saluran arteri tersebut naik di kedua sisi
    leher, dari jantung menuju otak.

    Pada gambar scanning tampaklah adanya sebuah peruncingan tulang yang
    lazim di sebut sebagai proses stiloid, yang menyebabkan adanya kontak
    antara tulang (pada bagian leher) dengan arteri.

    Sebenarnya, setiap orang memiliki dua tulang stiloid ini. Keduanya
    menonjol dari dua sisi tulang tengkorak, tepat di bawah telinga dan di
    belakang tulang rahang. Namun, tulang yang dimiliki psikiater tadi
    lebih panjang dari biasanya.

    Mathieu Zuber, ahli syaraf dari rumah sakit Saint Anne, Paris mengatakan

    "Untungnya pasien ini hanya mengalami serangan insemik berkala atau
    terjadi penghentian suplai darah menuju otak yang kurang dari 24 jam".

    Dengan begitu, hanya stroke ringanlah yang menyerang psikiater yang biasa bertelepon dengan pasiennya tadi.

    "Namun, kejadian ini menunjukkan kepada kita bahwa aktivitas setiap
    hari yang melibatkan penyimpangan agak lama di bagian leher, seperti
    menggunakan telepon dengan menghimpit antara telinga dan pundak, bisa
    menimbulkan masalah yang tidak terduga bagi sebagian orang," tambahnya.


    Ia menambahkan, psikiater tersebut tidak mengalami gejala stroke
    terlalu lama. Namun, sejak kejadian itu, ia tidak mau lagi melakukan
    pembicaraan dengan cara menghimpit telepon di antara telinga dan
    pundaknya saat melayani keluhan pasien-pasiennya. oleh sebab itu mulai
    dari sekarang hilangkan kebiasaan tersebut.

    "Lebih baik mencegah sebelum hal itu terjadi pada kita semua".

    Keep your health...

      Current date/time is Wed Dec 07, 2016 2:49 am