Better Way To The Future


    Varises, penyebab dan cara mengatasinya

    Share

    Yota V
    Admin's
    Admin's

    Male Number of posts : 107
    Location : Bogor
    Collage * : Your Collage Now
    Registration date : 2008-09-23

    default Varises, penyebab dan cara mengatasinya

    Post by Yota V on Wed Oct 15, 2008 8:07 am

    Bila di kaki Anda terlihat urat-urat halus menyembul di seputar betis belakang, bisa jadi Anda terkena kelainan yang disebut varises.
    Kelainan ini terjadi di pembuluh darah balik (vena) yang berfungsi
    mengangkut darah sisa metabolisme dari seluruh jaringan tubuh dan
    kembali ke jantung.
    Varises menyebabkan sirkulasi darah menjadi tak lancar, karena
    terhambat di sekitar betis dan tungkai kaki saat menahan berat tubuh.
    Selain di bagian kaki, belakangan diketahui bahwa ternyata varises pun
    bisa terjadi di bagian lengan.
    Penyebab varises:

    • Berkurangnya elastisitas dinding
      pembuluh vena yang menyebabkan pembuluh vena melemah dan tak sanggup
      mengalirkan darah ke jantung sebagaimana mestinya. Aliran darah dari
      kaki ke jantung sangat melawan gravitasi bumi, karena itu pembuluh
      darah harus kuat, begitu juga dengan dinamisasi otot disekitarnya.
    • Rusaknya katup pembuluh vena, padahal katup atau klep ini bertugas
      menahan darah yang mengalir ke jantung agar tidak keluar kembali. Katup
      yang rusak membuat darah berkumpul di dalam dan menyebabkan gumpalan
      yang mengganggu aliran darah.
    Pemicu varises :
    1. Faktor keturunan
    Varises biasanya terjadi saat dewasa akibat perubahan hormon dan
    bertambahnya berat badan. Varises yang terjadi di usia muda,
    kemungkinan besar disebabkan faktor keturunan.
    2. Kehamilan
    Meningkatnya hormon progesteron dan bertambahnya berat badan saat hamil
    yang kaki semakin terbebani, akibatnya aliran darah dari kaki, tungkai,
    pangkal paha dan perut bagian bawah pun terhambat.
    3. Kurang gerak
    Gaya hidup perkotaan yang kurang gerak, menyebabkan otot sekitar pembuluh darah vena tidak mampu memompa darah secara maksimal.
    4. Merokok
    Kandungan zat berbahaya dalam rokok membuat pembuluh darah menjadi kaku
    dan terjadi penyempitan, sehingga dinding pembuluh tidak elastis lagi.
    5. Terlalu banyak berdiri
    Berdiri terlalu lama membuat kaki terlalu berat menahan tubuh dan
    memperparah beban kerja pembuluh vena dalam mengalirkan darah. Bila
    profesi Anda mengharuskan banyak berdiri, usahakan untuk tidak berdiri
    dengan posisi statis (diam), tapi tetap bergerak. Misalnya dengan
    berjalan di tempat, agar otot tungkai dapat terus bekerja memompa darah
    ke jantung.
    6. Menderita kolesterol tinggi dan kencing manis
    Kedua jenis penyakit ini berhubungan erat dengan masalah peredaran
    darah, kelainan pembuluh darah dan kegemukan yang memicu terjadinya
    varises.
    7. Memakai sepatu hak tinggi
    Hak sepatu yang terlalu tinggi membuat gerak otot tumit yang berfungsi membantu kerja pembuluh darah, menjadi tidak maksimal.
    Gejala terjadinya varises:

    • Mula-mula kaki dan tungkai
      terasa berat, diikuti otot yang mudah pegal, kaku, panas dan sakit di
      seputar kaki maupun tungkai. Biasanya rasa sakit dirasakan menjelang
      malam, akibat tidak lancarnya aliran darah.
    • Mudah kram, meski kaki dalam kondisi santai.
    • Muncul pelebaran pembuluh darah rambut yang mirip jaring laba-laba (spider navy).
    • Perubahan warna kulit (pigmentasi) di seputar mata kaki, akibat
      tidak lancarnya aliran darah. Kadang diikuti dengan luka di sekitar
      mata kaki yang sulit sembuh.
    • Kaki bengkak (edema) karena adanya pembendungan darah.
    • Perubahan pada pembuluh vena luar, misalnya di betis bagian
      belakang tampak urat kebiru-biruan dan berkelok-kelok. Keadaan ini
      merupakan gejala varises kronis.
    Mengatasi Varises:
    A. Varises jenis spider navy.
    Varises ini tergolong ringan, biasanya akibat suhu yang terlalu panas
    atau dingin, terpapar sinar matahari terus menerus, sedang hamil,
    faktor keturunan, kebiasaan makanan sarat rempah dan pedas, serta
    pengobatan hormonal.
    Varises jenis ini bisa terjadi di beberapa tempat, yaitu di wajah,
    pangkal lengan, paha, daerah lutut, pergelangan kaki dan tumit. Terapi
    yang digunakan biasanya dengan memakai sinar laser, sehingga pembuluh
    darah mengering. Ada juga terapi alat listrik dengan memasukkan zat
    tertentu ke dalam kulit, untuk mengecilkan atau mengerutkan pembuluh
    darah.
    B. Varises dalam kulit.
    Varises ini terjadi pada pembuluh vena yang halus dan tipis di dalam
    kulit bagian kaki. Mengobatinya, dokter memberi obat-obatan yang
    menguatkan dinding vena dan memperlancar aliran darah, atau menggunakan
    stocking khusus varises.
    Stocking ini berfungsi menekan pembuluh vena sehingga otot dan dinding vena bisa kembali bekerja maksimal. Stocking mampu mencegah, mengurangi gejala awal, dan rasa sakit penderitanya meski hanya temporer. Jadi, tetap harus minum obat.
    C. Varises Reticular Varicose Veins
    Ini adalah varises yang lebih parah, karena terjadi di pembuluh vena
    bawah kulit. Untuk mengobatinya, dokter akan melakukan beberapa tahap:

    1. Memberi obat yang diminum untuk menguatkan dinding vena dan melancarkan peredaran darah.
    2. Memberikan suntikan zat iritasi ke dalam pembuluh darah yang rusak atau melebar.
    3. Obat tersebut akan membentuk jaringan ikat sekaligus menutup aliran
      darah, sehingga pembuluh darah vena akan menyempit. Darah akan mencari
      ‘jalan lain’ melalui pembuluh vena yang normal.
    4. Setelah disuntik, Anda harus menggunakan stocking varises dan tidak boleh menggunakan sepatu hak tinggi.
    5. Olahraga yang dianjurkan adalah jalan kaki, berenang dan joging, agar otot kaki mampu berkontraksi dengan baik.
    D. Varises kronis.
    Varises tahap ini akan memperlihatkan pembuluh darah yang
    berkelok-kelok di betis. Bila suntik tidak membuahkan hasil, maka harus
    dilakukan pembedahan guna memotong pembuluh vena yang rusak sehingga
    aliran darah kembali normal.
    Ada berbagai obat-obatan yang harus Anda minum untuk menguatkan dinding vena dan melancarkan peredaran darah. Stocking varises
    juga harus dikenakan selama beraktivitas, tidak memakai sepatu hak
    tinggi dan berolahraga dengan melatih gerak otot kaki dan tungkai.
    Cara menghindari varises:

    1. Seusai
      beraktivitas setiap hari, berbaringlah dengan posisi kaki dan tungkai
      lebih tinggi dari jantung selama 20 menit. Bagi yang sudah menderita
      varises, usahakan tidur dengan posisi seperti ini sepanjang malam.
      untuk melancarkan peredaran darah ke jantung.
    2. Lakukanlah yoga setiap hari.
    3. Jangan berdiri terlalu lama.
    4. Olahraga rutin untuk melatih otot kaki: jalan santai, jalan cepat; joging, bersepeda, berenang (minimal 30 menit per hari).
    5. Jangan memijat daerah yang bervarises, karena dapat menyebabkan
      pecahnya pembuluh vena. Lakukan pijatan secara ringan namun teratur, di
      daerah rawan varises dengan arah menuju jantung. Lakukan dengan lembut
      dan gunakan minyak esensial yang sudah dilarutkan.
    6. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah berserat tinggi dan makanan
      yang dapat merangsang sirkulasi darah, seperti bawang merah, bawang
      putih, bawang bombay, jahe dan cabai merah. Juga makanan yang kaya
      dengan vitamin B kompleks, vit C, vit E, vit B6, magnesium, asam folat,
      kalsium dan zinc.
    7. Kurangi konsumsi gula, garam, daging merah, gorengan, dan protein hewani.
    8. Sering-sering duduk berselonjor kaki, tungkai dan panggul.
    Pengobatan alernatif untuk varises:

    • Minum jus
      campuran wortel, seledri dan peterseli; atau campuran wortel bayam dan
      ketimun; campuran wortel, bit dan ketimun; campuran wortel, bayam dan
      seledri atau jus selada air; yang berkhasiat memperlancar sirkulasi
      darah sekaligus memperkuat dinding pembuluh darah.
    • Konsumsi makanan kaya lesitin, seperti kacang kedelai; peterseli,
      air jahe serta pepermint yang bermanfaat memperlancar sirkulasi darah
      dan menguatkan dinding pembuluh darah.
    • Minum teh herbal yang terbuat dari bunga jeruk nipis, mint, ginko biloba dan grape seed (biji anggur).
    • Pijat aroma terapi dengan bahan minyak cypress yang
      berkhasiat merangsang sirkulasi darah dan menguatkan dinding pembuluh
      darah. Pilihan lainnya: minyak lavender, rosemary, mint atau lemon.
    • Berendam bergantian di air panas (suhu 41-43 derajat Celcius) dan
      air dingin (suhu 15 derajat Celcius), masing-masing selama 15-30 detik
      dan di ulang selama 30 menit, untuk melancarkan peredaran darah serta
      menguatkan dinding pembuluh darah.
    • Atau semprotkan kaki secara bergantian, terutama di daerah betis
      bagian belakang, dengan air panas dan air dingin seperti di atas.
    • Pijat refleksi di ujung saraf telapak kaki dapat membantu membuang
      tumpukan kristal dari sisa metabolisme di ujung-ujung syaraf, atau
      lakukan akupunktur dan akupresur di titik-titik tertentu.

    Mengatasi kaki lelah:

    Bila Anda bekerja terlalu lelah, terutama di bagian kaki seperti kerap
    menggunakan sepatu berhak tinggi, berjalan jauh atau terlalu berdiri,
    berhati-hatilah dengan gejala yang mengarah ke varises. Untuk
    mengatasinya, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut:
    Bahan:

    • 3 liter air hangat
    • 100 gr garam khusus untuk mandi
    • 2 sdm minyak almond;
    • 5 tetes minyak rosemary dan geranium; 5 tetes daun rosemary dan daun geranium segar beberapa helai (jika ada).
    Cara membuat:

    1. Campur semua bahan jadi satu dan tempatkan di wadah yang cukup untuk merendam kaki.
    2. Rendam kaki selama 10-15 menit sambil menggosok perlahan telapak kaki dengan garam mandi.
    3. Bila garam sudah larut, tambahkan kembali.
    4. Diamkan kaki sampai air menjadi dingin.
    5. Keringkan kaki, lalu rentangkan kaki lebih tinggi dari posisi tubuh.
    6. Lakukan relaksasi ini sambil mendengarkan musik lembut, pejamkan mata dan gunakan lampu temaram.

      Current date/time is Wed Dec 07, 2016 2:51 am